Monika - Tentang (aroma/bau/wangi/harum)
Tentang (aroma/bau/wangi/harum)
berkisar Rabu, 1 April 2009
sekitar kamar kost
Hari ini saya tidak lama nongkrong di WC. Rupanya serat sayuran tidak cukup melancarkan pencernaan. Sembelit ini membuat saya tidak nyaman, meskipun (aroma/bau/wangi/harum) WC seringkali membuat hidung saya sama tidak nyamannya.
Bisa bantu saya memilih kata yang tepat untuk mengasosiasikan WC?
Empat kata di atas menggambarkan hal yang sama dicium hidung. Tapi kadang dengan rasa yang berbeda. Meskipun tidak semua WC memiliki (aroma/bau/wangi/harum) yang tidak sedap, jarang ada yang menyebut, “harumnya WC”.
Saya jadi ingat pernah membaca harian kompas beberapa waktu lalu tentang (aroma/bau/wangi/harum) menyengat di sekitar Malioboro. Satu penyebabnya adalah jumlah WC umum yang terbatas. Lima titik WC umum disekitar Malioboro hampir semua tutup pada malam hari. Kata seorang yang sering nongkrong – ini maksudnya berkumpul – di Malioboro malam hari, dia terpaksa mepet ke tembok yang sepi saat sudah kebelet, ya itu, WC nya sudah tutup. Kemudian di siang harinya, saat panas membuat genangan air menguap, (aroma/bau/wangi/harum) apa yang mungkin tercium?
Sesudah ingatan saya kembali dari memori Malioboro itu, lagi-lagi saya ingat sesuatu. Sebuah kotak warna putih yang dititipkan teman di kamar saya. Isinya tester parfum. Teman saya ini sedang usaha refill parfum dengan harga lima ribu rupiah per 1 ml.- yang saya tahu, sekarang banyak outlet refill parfum dengan merk terkenal, harganya lebih murah dibanding parfum yang dijual di mall dan lewat katalog - Wah, lagi-lagi tentang (aroma/bau/wangi/harum). Ia bilang parfum itu refleksi ciri khas dan karakter. Nah, di kamar saya ada tiga botol parfum kosong bekas pakai dengan merk berbeda. Apakah saya berganti ciri khas dan karakter tiga kali? Atau mungkin ciri khas dapat diganti dengan cara mengganti parfum? seperti melakukan penyamaran? hehehe.
Saya ciumi tester itu satu-satu, ada yang menyengat, lembut, agak tajam, maskulin, feminin, untuk yang dua terakhir saya hanya membacanya dari label tester. Efek yang saya rasakan ketika menciumnya juga lain-lain, ada yang membuat saya mengerjapkan mata, mengerutkan dahi, mencoba mencium bergantian satu dan yang lain karena merasa mirip, ada pula yang membuat saya, “haatchu…!”. Mungkin efek-efek ini juga dipakai untuk acuan meramu aromatherapi ?
(belum selesai dan masih akan saya lanjutkan)….

