RIES Diary

Suasana kamar mandi umum langsung tercetak di kepala. Warna dinding kelam, penerangan sedang cenderung gelap hanya cukup untuk membedakan mana dinding mana benda porselen tempat tadah sasaran buang hajat. Bau pesing menguar menusuk hidung. Coret moret di dinding mengepung urinoir yang tangguh menerima tembakan buangan para pengunjung yang entah berapa orang saja yang ingat untuk menggelontor material buangannya. Polusi mata dan hidung menyesakkan persepsi. “Syarat Sejarah”, sebuah judul yang sumir. Sejarah disyaratkan dengan pembuangan hajat yang harus tetapi tidak pernah dianggap serius.
SYARAT SEJARAH
ANDRES BUSRIANTO
150 X 100 CM
AOC
2008
Ries 190309
Sapuan warna putih melingkari mata di wajah bocah lelaki, menorehkan bosan. Lima jari kiri sibuk menggaruk-garuk mencari sibuk dan jeda dari tebaran huruf kapital yang menderas dari lancip bibir merah si perempuan yang pasti adalah ibunya. Lingkar putih sekeliling mata bergaris tipis tajam sang ibu menyiratkan sebal dan marah. Nyinyir yang sarat sayang, ditandai piring dan cangkir mengepul, hangat. Figur innocent yang diusung Palguna, tidak gagal bercerita tentang marah, sayang, teriakan dan bosan.
YELLING
I MADE ARYA PALGUNA
140 X 130 CM
AOC
2008
Siapa bilang lembut dan kuat tidak bisa dipadukan? Sapuan Kow Leong Kiang yang lembut bisa mendaraskan karakter kuat Ateng. Pose yang dipaksakan lembut dengan mengigit mawar merah muda tidak mengurangi kuat karakter jantan. Liris yang tersirat bukan kewanitaan tetapi lebih pada jenaka. Kepekaan menangkap setiap gurat wajah dipaparkan dalam sapuan warna halus menghasilkan karakter kuat yang terpancar dari mata.
Ries 210309
Seperti membaca komik, karya Greg Sindana menyembunyikan banyak detail yang semakin diperhatikan semakin membuat penasaran. Seperti menuangkan sebuah ensiklopedia ilmu pasti dalam selembar kertas, maka pasti ada banyak hal-hal kecil yang terselip dibalik bentuk lain yang meskipun kecil tapi sangat menarik. Filosofi penggunaan kertas sebagai pemujaan pada ilmu pengetahuan sangat menarik disimak sebagai usaha untuk bermain petak umpet dengan ingatan. Manusia mendewakan kertas karena kertas bisa dipakai menyimpan banyak cerita, sejarah dan pengetahuan dan jeleknya kertas juga membuat otak bebal karena malas mengingat. Pemujaan yang membebaskan dan pemujaan yang menyesatkan.
AN ACADEMIC LIAR
GREG SINDANA
100 X 70 CM
MIX MEDIA ON PAPER
2009
Ries 220309
Budaya klasik pemujaan pada phallus dan dominasi lingga yang gila kualifikasi superlatif digambarkan gamblang tanpa tedeng aling-aling. Warna berani digoreskan berani tanpa ragu. Kesan kuat, keras dan cepat ditampakkan dengan visualisasi roda dan garis tegas. Bagi sebagian orang nama Widodo dengan Djiancuk Foundationnya menyuarakan porno dan perlawanan pada kesantunan. Bagi sebagian orang lain ekspresi lingga dan yoni telanjang diterima sebagai jujur tanpa basa-basi.
4WD
WIDODO
150 X 120 CM
AOC
2009
Ries 230309





