Saroni-RealEstetik [POLISI TIDUR]

saroniBegitu keluar rumah aku dihambat oleh beberapa gundukan warna hitam putih, orang-orang biasa menyebut polisi tidur. Polisi tidur itu sebenarnya aku ikut membuatnya bersama penduduk kampung sangkal,sewon,bantul. Atas nama sosialisasi dengan warga ( aku ngontrak di kampug itu ) istriku menyarankan untuk ikut kerja bakti hari minggu.
Dalam proses pembutan, hanya beberapa saja yang kerja lainnya hanya setor muka sambil ngobrol sana sini. Dari obrolan itulah aku tahu motivasi pembuatan polisi tidur ternyata tidak sama antaara orang satu dengan orang lainnya. Satu hal yang sama adalah mereka ingin menghambat laju kuda mesin, sebuah perlawanan ala penduduk kampung atas modernitas. Industrialisasi yang terus merangsek kampung agaknya belum sepenuhnya

- Usaha untuk membuat pengendara lebih santun
- Usaha untuk menjaga keselematan warga.
- Untuk cari ‘objekan’ atau ‘proyek’..utk polisi tidur
- Untuk mencari suatu kegiatan untuk memperkuat keklaurgaan.

Beberapa rambu-rambu bahkan bisa sangat ekstrem, misalnya NGEBUT BENJUT, PEMULUNG DILARANG MASUK, JENAZAH DILARANG MASUK GANG INI dan sebagainya.
Rambu-rambu yang diniatkan untuk mengajari orang lebih santun aku rasa kurang efektif bahkan bisa berdampak sangat buruk, jika disampaikan dengan teks atau visual yang tidak bijak.

 

Comments

No comments so far.

Leave a Reply

 
(will not be published)
 
 
Comment